Showing posts with label Skripsi Matematika. Show all posts
Showing posts with label Skripsi Matematika. Show all posts

01 August 2010

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Matematika Dalam Bentuk Cerita

Keyword : Kesalahan Siswa, Soal Matematika, bentuk Cerita.;Student Error, Mathematics Exercise, Story Form

Menurut pengalaman peneliti pada saat bakti sosial dan pkl. Banyak siswa yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal cerita. Terutama mereka kurang teliti dan kurang memahami soal tersebut sehingga mereka sering salah dalam mengerjakan. Soal cerita adalah salah satu soal yang membutuhkan ketelitian dan kemampuan penalaran, yang biasanya siswa sering melakukan kekeliruan dalam menyelesaikan soal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui jenis kesalahan yang sering dilakukan siswa kelas V SDN Banaran I Babat Lamongan dalam menyelesaikan soal cerita pada bilangan, 2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh 8 siswa yang terpilih sebagai responden dalam menyelesaikan soal cerita. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Banaran I Babat – Lamongan. Data yang akan dianalisis di dalam penelitian ini lebih memperhatikan pada kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita,. Data yang dikaji lebih bersifat deskriptif kualitatif, yaitu data yang menginformasikan jenis kesalahan, bentuk kesalahan dan faktor penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh siswa . Jika siswa melakukan kesalahan pada tahap pertama maka , dimungkinkan akan melakukan kesalahan pada tahap selanjutnya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah :1. Kesalahan yang sering dilakukan siswa kelas V di SDN Banaran I Babat – Lamongan yaitu kesalahan abstraksi dalam menyelesaikan soal cerita. 2. Faktor- faktor penyebab terjadinya kesalahan siswa berdasarkan wawancara adalah sebagai berikut : Siswa terburu-buru sehingga tidak peduli dengan pekerjaannya., Siswa kurang mengerti kalimat tanya., Siswa tidak terbiasa dengan menulis diketahui dan ditanya pada saat mengerjakan soal cerita, Siswa kurang memahami dengan pemisalan dari soal, Siswa kurang memahami soal dan kurang memahami konsep dari materi, Siswa kurang teliti dan siswa meremehkan dari kesimpulan atau penafsiran ke permasalahan awal

Download (Bab 1-3) Download (bab V)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA MATERI POKOK SIFAT-SIFAT SEGI EMPAT

Keyword : Model Pembelajaran Induktif, Alat Peraga.;Inductive, Visual aid

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang kurang diminati dan dianggap sulit oleh peserta didik. Hal ini terjadi karena peserta didik menganggap matematika adalah suatu bidang studi yang menekankan pada perhitungan bilangan-bilangan dan rumus yang sulit. Penyajian yang kurang kongkrit sehingga peserta didik tidak menyukai materi yang diajarkan. Oleh karena itu, salah satu model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik lebih menyukai materi yaitu dengan model pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Bagaimana kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran ketika menerapkan model pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada materi pokok sifat-sifat segi empat. (2) Bagaimana hasil belajar peserta didik dikelas VII SMP Muhammadiyah 5 Bungah setelah pelaksanaan pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada materi pokok sifat-sifat segi empat. sedangkan jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain ” One Shot Case Study”. Metode pengumpulan data adalah meliputi metode observasi dan metode tes. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa (1) Kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran ketika menerapkan model pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sifat-sifat segiempat yang diperoleh setelah pembelajaran induktif dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok sifat-sifat segiempat adalah tuntas secara klasikal dengan persentase ketuntasan sebesar 91,6 %.
Download (Bab 1-3) Download (bab V)

PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN INTEGRATED LEARNING MODEL WEBBING DAN PENDEKATAN PROBLEM POSING SISW

Keyword : integrated learning model webbing, problem posing, prestasi belajar.;integrated learning model the webbing, problem posing, presentage learning

Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai peranan sangat penting, guru dalam proses belajar harus dapat membuat kondisi kelas yang menunjang terselenggaranya proses pembelajaran yang efektif.pembelajaran matematika disekolah selama ini pada umumnya lebih bersifat klasikal dan konvensional, hal itu telah mengakibatkan siswa tumbuh dan berkembang hanya berdasarkan perintah dan tugas yang diberikan oleh guru.serta pembelajaran yang terjadi cenderung bersifat pemindahan ilmu dari guru ke peserta didik. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal itu adalah dengan menerapkan pendekatan pembelajaran dimana siswa tertarik terhadap pelajaran matematika, proses pembelajarannya tidak membosankan,serta evaluasi pembelajarannya membut siswa berpikir, menghayati dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang dapat mewujudkan hal itu diantaranya yaitu pendekatan integrated learning model webbing dan pendekatan problem posing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan integrated learning model webbing dan pendekatan problem posing siswa. Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik random sampling dengan sebelumnya Dari ketiga kelas tersebut diuji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji perbedaan dengan menggunakan bantuan SPSS 14.0 Dari uji perbedaan peneliti menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS 14.0 uji-t menunjukkan bahwa nilai sig (0.003)<α(0.05), maka H ditolak, Artinya ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan integrated learning model webbing dan pendekatan problem posing siswa.

Download (Bab 1-3)Download (Bab v)

UPAYA PESERTA DIDIK DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

Keyword : Ujian Nasional, pengayaan, motivasi, try out, doa.;National examination, enrichment, motivation, try out, praying

Ujian Nasional merupakan ujian akhir yang menentukan lulus tidaknya seorang
peserta didik pada suatu jenjang pendidikan. Matematika merupakan salah satu
mata pelajaran pada Ujian Nasional, dimana matematika adalah mata pelajaran
yang dianggap sulit oleh peserta didik karena sifatnya yang abstrak, untuk itu
diperlukan adanya upaya dalam menghadapi Ujian Nasional. Upaya-upaya
tersebut adalah dengan mengikuti pengayaan/penambahan jam mata pelajaran,
mengikuti try out, meningkatkan motivasi, dan berdoa. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan upaya peserta didik dalam menghadapi ujian nasional
pada mata pelajaran matematika. Insnstrumen penelitian yang digunakan adalah angket bentuk tertutup, dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa try out merupakan upaya yang
mempunyai persentase paling tinggi kemudian motivasi,doa, dan pengayaan.
Download (Bab 1-3)Download (Bab v)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS TIPE BUZZ GROUP DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI POKOK SEGI EMPAT

Keyword : Model Pembelajaran Diskusi Kelas, Buzz Group, Metode Penemuan Terbimbing.;Classroom discussion model, Buzz Group, Finding Guidance Method

Penelitian pendahuluan yang peneliti lakukan mengajar masih sering berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses belajar dikelas termasuk belajar matematika.
Untuk itu perlu dikembangkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan peserta didik. Selain itu, diperlukan juga metode mengajar yang dapat meningkatkan penguasaan materi pelajaran sehingga peserta didik dapat belajar bersama-sama untuk menemukan konsep matematika dengan bimbingan dari guru. Dengan demikian peserta didik menjadi aktif dalam pembelajaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran, ketuntasan belajar peserta didik dan respon peserta didik terhadap model pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group dengan metode penemuan
terbimbing pada materi pokok segiempat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian adalah peserta didik. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group dengan metode penemuan
terbimbing dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 86,54. Aktivitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group dengan metode penemuan terbimbing dikatakan efektif. Peserta didik tuntas belajar sebesar 87,18%. secara
klasikal ketuntasan belajar peserta didik telah tercapai. Respon peserta didik terhadap pembelajaran diskusi kelas tipe buzz group dengan metode penemuan terbimbing dapat dikategorikan baik dengan persentase 89,78%
Download (Bab 1-3)Download (Bab v)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) PADA POKOK BAHASA

Keyword : Pemecahan Masalah, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Langsung.;Problem solving, Problem based Learning, direct teaching

Dalam kurikulum matematika yang tertuang dalam Standar Kompetensi Lulusan
Pelajaran Matematika terdapat lima kemampuan dasar yaitu kemampuan
Memecahkan Masalah (Problem Solving), Berargumentasi (Reasonning),
Berkomunikasi (Communication), Membuat Koneksi (Connection) dan
Representasi (Representation).Kemampuan memecahkan masalah merupakan
kemampuan yang paling utama dalam pembelajaran matematika, namun dalam
kenyataannya kemampuan pemecahan masalah peserta didik masih tergolong
rendah. Untuk itu perlu strategi untuk meningkatkan kemampuan memecahkan
masalah metematika, diantaranya adalah dengan menerapkan strategi
pembelajaran yang tepat, salah satunya adalah pembelajaran berbasis masalah
karena Pembelajaran Berbasis Masalah dikembangkan untuk membantu peserta
didik dalam meningkatkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan
keterampilan intelektual; belajar tentang berbagai peran orang dewasa melalui
pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pembelajar
yang otonom dan mandiri. Dalam penelitian ini rumusan masalah yang digunakan
adalah apakah kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik yang
diajar dengan pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari kemampuan
pemecahan masalah yang diajar dengan pembelajaran langsung dengan tujuan
penelitian untuk mengetahui bahwa kemampuan pemecahn masalah matematika
yang diajar dengan pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari kemampuan
pemecahan masalah yang diajar dengan pembelajaran langsung. Penelitian ini
termasuk penelitian komparatif dengan desain penelitian Postes Kelompok
Kontrol Subyek Random. uji hasil penelitian menggunakan alat bantu SPSS 14.0. Hasil
penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta
didik yang diajar dengan pembelajaran langsung lebih baik dari kemampuan
pemecahan masalah yang diajar dengan pembelajaran langsung

Download (Bab 1-3)Download (Bab v)

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) PADA MATERI PERSEGI PANJANG

Keyword : Kemampuan Komunikasi Matematika, Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW).;Mathematics communication ability, Think Talk Write (TTW) study model.

Kemampuan komunikasi matematika merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kemampuan komunikasi matematika adalah kemampuan mengemukakan ide matematika baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Hal ini sangat penting bagi peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan matematika. Namun dalam kenyataannya, kemampuan komunikasi matematika kurang mendapat perhatian dalam pembelajaran matematika di sekolah seperti di SMP Negeri 1 Manyar Gresik sehingga kemampuan komunikasi matematika peserta didik masih rendah. Untuk itu diperlukan suatu cara untuk meningkatkannya. Salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan komunikasi matematika melalui model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada materi persegi panjang. Adapun jenis penelitian ini adalah komparatif yaitu membandingkan kemampuan komunikasi matematika peserta didik yang diberi model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dengan kemampuan komunikasi matematika peserta didik yang diberi model pembelajaran yang biasa digunakan guru (Direct instruction/langsung). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik. Rancangan penelitian ini adalah Postes Kelompok Kontrol Subyek Random. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi dan tes dengan instrumen penelitiannya adalah soal tes. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa data inferensial yaitu uji perbedaan yang berupa uji t. Dari hasil uji t diperoleh bahwa nilai sig (0,000) <α(0,05), artinya ada peningkatan kemampuan komunikasi matematika melalui model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada materi persegi panjang.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK PADA MATERI POKOK BANGUN RUANG

Keyword : Kemampuan Penalaran Matematika, Pendekatan Konstruktivistik, Bangun Ruang.;Mathematical Reasoning ability, Constructive Approach Space.

Matematika merupakan ilmu yang obyeknya adalah abstrak, yang menuntut peserta didik menggunakan daya nalarnya sehingga konsep matematika dapat dipahami dengan benar dan bermakna, sebab fondasi matematika adalah penalaran. Materi matematika dan penalaran matematika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, yaitu materi matematika dipahami melalui penalaran dan penalaran dilatih melalui belajar materi matematika. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk membangun sendiri pengetahuannya, pendekatan tersebut adalah pendekatan konstruktivistik, yaitu suatu pendekatan yang menuntut siswa untuk aktif membangun pengetahuan yang ada dalam pikiran mereka dan dibangun melalui proses asimilasi dan akomodasi. Jenis penelitian ini adalah komparatif yang bertujuan untuk mengetahui pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematika peserta didik pada materi pokok bangun ruang. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen postest random terhadap subyek yaitu kelas ekperimen dan kelas kontrol. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi dan tes, sedangkan instrumen yang digunakan adalah soal tes. Adapun teknik analisa data yang digunakan adalah analisis statistik uji perbedaan yaitu uji t. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data uji t diperoleh nilai sig (0,0005) <α (0,05), dengan demikian pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematika peserta didik pada materi pokok bangun ruang.
Download (Bab 1-3)Download (Bab v)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN STRATEGI GROUP-TO-GROUP EXCHANGE (GTGE) PADA MATERI POKOK SEGI EMPAT

Keyword : Hasil belajar peserta didik, Strategi group-to- group exchange (GTGE).;Student' achievements, group-to-group exchange (GTGE) Strategy

             Keberhasilan suatu pendidikan berkaitan dengan masalah untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran di sekolah. Proses pambelajaran akan efektif apabila peserta didik berpartisipasi di dalamnya dan peserta didik melakukan sebagian besar kegiatan pembelajaran. Salah satu cara membuat peserta didik belajar aktif adalah dengan membuat mereka bertanya dan berani mengemukakan pendapatnya. Strategi group-to-group exchange (GTGE) merupakan pembelajaran kelompok yang melatih peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok dan melatih peserta didik belajar sambil beraktivitas, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah komparatif yang bertujuan unuk mengetahui strategi group-to-group exchange (GTGE) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok segi empat. Metode yang digunakan adalah metode tes dengan instrumen berupa soal tes. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik komparatif. Dari hasil perhitungan uji t dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai sig (0,0005) <α(0,05), sehingga H1 diterima. Artinya Strategi group-to-group exchange (GTGE) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok materi segi empat.

Download Free-arwiebowo


19 July 2010

STUDI PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MENENTUKAN HIMPUNAN PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL (SPLTV) MENGGUNAKAN METODE





STUDI PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MENENTUKAN HIMPUNAN PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL (SPLTV) MENGGUNAKAN METODE SUBTITUSI DAN ELIMINASI KELAS X UNIT PELAKSANA TINGKAT DAERAH (UPTD) SMA NEGERI 1 PATIANROWO KABUPATEN NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

Untuk memajukan kesejahteraan manusia itulah, maka pendidikan menjadi sasaran utama yang perlu dikelola secara sistematis dan konsisten sepanjang waktu sesuai dengan lingkungan hidup manusia itu sendiri. Proses pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan secara optimal mungkin.
Pendidikan merupakan aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadian dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rohani (pikiran, cipta, rasa, dan karsa) dan jasmani (panca indera serta ketrampilan-ketrampilan). Dengan adanya pendidikan diharapkan dapat membantu peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi yang mereka miliki. Potensi-potensi yang mereka miliki dapat digunakan untuk kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam mewujudkan pembangunan yang terprogram dan terorganisir. Hal ini merupakan tujuan dari pendidikan. Karena pendidikan digunakan sebagai bekal dalam kehidupan yang akan datang. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 Ayat 1:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

Di dalam pendidikan terdapat lembaga-lembaga yang digunakan dalam mencapai tujuan pendidikan antara lain lembaga keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang merupakan awal dari proses pendidikan berlangsung pada seorang anak. Sekolah merupakan tempat pembinaan pendidikan yang merupakan kelanjutan dari pendidikan keluarga. Sedangkan masyarakat ialah lembaga atau perwujudan subyek pengelola dan kepemimpinan bersama (berdasarkan asas demokrasi). Lembaga pendidikan yang resmi digunakan dalam proses pembelajaran adalah sekolah.
Pendidikan dan pengajaran dapat diperoleh baik melalui jalur sekolah (formal) maupun jalur luar sekolah (informal). Matematika sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan mempunyai peranan upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengingat betapa besar peranan matematika, sehingga pada setiap lembaga pendidikan formal, matematika selalu dimasukkan sebagai salah satu pelajaran wajib.


Download free-arwiebowo







17 July 2010

PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR ( LEARNING CYCLE ) DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATE






Keyword : Prestasi belajar, Model Pembelajaran Siklus Blajar (LearningCycle), Model Pembelajaran Konvensioanal, Segitiga.;Study Prestige, Learning Cycle Study Model. Conventional Study Model, Trianguler.

Gairah belajar selain disebabkan oleh ketidak tepatan metodologis, juga berakar pada paradigma pendidikan konvensional yang selalu menggunakan metode pengajaran klasikal dan ceramah. Jenis penelitian ini adalah komparatif yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan antara prestasi belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran siklus belajar (Learning Cycle) dengan model pembelajaran konvensional pada materi segitiga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik.
Rancanga penelitian ini adalah Postes Kelompok Kontrol Subyek Random. Metode penelitian ini adalah metode dokumentasi dan tes, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisa data inferensial yaitu uji perbedaan yang berupa uji t. Dari hasil uji t diperoleh bahwa nilai sig (0,000) <α (0,05) maka ditolak sehingga diterima yang artinya Ada perbedaan antara prestasi belajar pesesta didik yang menggunakan model pembelajaran siklus belajar ( Learning Cycle) dengan model pembelajaran konvensional pada materi segitiga.


Download Free-arwiebowo




PENINGKATAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN OPEN-ENDED PROBLEM DENGAN PENDEKATAN INVESTIGASI MATEMATIKA





Keyword : Investigasi Matematika, Open-Ended Problem.;Investigation Mathematics, Open-Ended Problem

Pendekatan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tungggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan melatih peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika terbuka adalah dengan investigasi matematika, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dan cara peserta didik dalam menyelesaikan open-ended problem setelah memperoleh pembelajaran dengan pendekatan investigasi matematika. adapu pembelajaran dengan investigasi meliputi tiga fase yaitu: fase membaca masalah, Fase pemecahan masalah, dan fase menjawab serta mengkomunikasikan masalah.
Dari 31 peserta didik yang menjadi subyek penelitian, diperoleh data berupa nilai dari hasil post test yang rata-ratanya mencapai 76,33 %, hasil ini lebih baik jika dibandingkan dengan hasil pre test yang rata ratanya hanya mencapai 52 %. Jawaban peserta didik juga semakin bervariasi yang secara matematis benar. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan meyelesaikan open-ended problem peserta didik mengalami peningkatan.dari kecenderungan peningkatan yang terjadi menunjukan bahwa apabila peserta didik diberi kesempatan untuk menyelidiki masalah-masalah matematika sesuai dengan kemampuannya, maka dapat diyakini kemampuan menyelesaikan open-ended problemnya dapat ditingkatkan.


Download Free-arwiebowo





PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEDUKTIF PADA MATERI SEGITIGA





Keyword : Model Pembelajaran Deduktif, materi segitiga.;Deduktive Learning model, the subject triangle

Guru mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran, sehingga guru dituntut dapat meningkatkan kompetensinya. Guru juga harus mempunyai kemampuan memilih metode, pendekatan, model pembelajaran yang cocok, serta menguasai materi. Pengalaman mengajar yang dapat membuat peserta didik memahami konsep yang diberikan guru, salah satunya adalah model pembelajaran deduktif. Pembelajaran dalam model deduktif dimulai dengan penyajian definisi konsep, kemudian diikuti dengan contoh dari peserta didik. Pola pikir dalam pembelajaran deduktif sudah terarah karena konsep– konsep umum sudah diketahui peserta didik sehingga dengan mudah peserta didik dapat mengidentifikasikan ke hal-hal yang lebih khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan ketuntasan belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik tergolong tidak aktif, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikatakan baik, dan hasil belajar peserta didik tergolong tuntas dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 95,45%.


Download free-arwiebowo




IMPLEMENTASI PENILAIAN TUGAS UNJUK KERJA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI





Keyword : penilaian tugas unjuk kerja pada pembelajaran matematika.;Assessment of job activity short exchange duty at mathematics

Penilaian tugas unjuk kerja adalah salah satu jenis penilaian alternatif yang digunakan guru untuk menilai kinerja peserta didik dalam matematika. Penilaian tugas unjuk kerja juga dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan pengtahuan dan pemahaman peserta didik dalam belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui dimana letak kelemahan dan kelebihan peserta didik dalam menyelesaikan tugas unjuk kerja dalam pembelajaran matematika, (2) mengetahui ketuntasan belajar peserta didik stelah menyelesaikan tugas unjuk kerja. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, instrumen yang digunakan adalah tugas unjuk kerja, dan tes belajar peserta didik (post-test). Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. . Sedangkan subjek yang diambil adalah yang dipilih oleh guru mitra dengan jaminan tidak ada pemilihan kelas dengan kelas lain. Hasil penelitian menunjukkan letak kelemahan dan kelebihan berdasarkan rubrik penskoran dan hasil belajar peserta didik dikatakan dengan tuntas.

Download Free-arwiebowo





Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Game Turnament) Pada Pokok Bahasan Belah Ketupat





Keyword : Pembelajaran, Kooperatif, Team Games Turnamen.; Learning, Cooperative, Team Games Tournaments

Pembelajaran matematika khususnya di SMP selalu menggunakan metode pembelajaran konvensional yang mana guru yang bertindak aktif sedangkan peserta didik hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru. Akibatnya sampai saat ini matematika masih dianggap mata pelajaran yang sulit, membosankan, bahkan menakutkan bagi peserta didik. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut maka dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Turnamen. Model pembelajaran ini adalah Pembelajaran yang menggunakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis di mana para peserta didik berlomba sebagai wakil tim mereka. Penelitian ini mengambil dua rumusan masalah yaitu kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran kooperatif, dan ketuntasan belajar siswa setelah pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran kooperatif dan ketuntasan belajar siswa pada pokok bahasan belah ketupat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subyek penelitian yaitu seluruh peserta didik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelolah pmbelajaran kooperatif tipe TGT ini dikatakan baik dengan persentase 81,37 % dan hasil ketuntasan belajar
peserta didik tergolong tuntas dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 89,74%


Download Free-arwiebowo




PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (Think-Pair-Share) DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI POKOK PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI





Keyword : Kooperatif, TPS, Kontekstual.;cooperative, TPS, Contextual

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa, pengelolaan guru selama pembelajaran dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan kontekstual pada materi pokok persegi dan persegi panjang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain lembar pengamatan terhadap aktivitas siswa, lembar pengamatan terhadap pengelolaan guru selama pembelajaran tes akhir. Data yang diperoleh antara lain hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa, pengelolaan guru selama pembelajaran kooperatif tipe TPS dan hasil tes akhir siswa kemudian dianalisis secara deskriptif.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa yang aktif sebesar 77,68%, sedangkan aktivitas siswa tidak aktif sebesar 22,32% dari aktivitas siswa secara keseluruhan sehingga dapat disimpulkan aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS adalah aktif. Pengelolaan pembelajaran pada umumnya sudah berjalan baik dengan nilai rata-rata 3,25 sedangkan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan pendekatan kontekstual mencapai 83,87% siswa telah berhasil dalam belajar, sehingga tingkat keberhasilan siswa secara klasikal tercapai.


Download Free-arwiebowo




Penerapan Pembelajaran Aktif (Active Learning) Dengan Strategi Pengajaran Sinergis (Synergetic Teaching) Pada Materi Simetri





Keyword : Pembelajaran Aktif, Pengajaran Sinergis.; Active Learning, Strategy Synergetic of Teaching

Pembelajaran matematika kurang bervariasi, karena guru dalam pembelajaran sebagai pihak yang aktif sehingga peserta didik kurang mempunyai kesempatan sebagai pihak yang aktif. Untuk itu diperlukan suatu alternative pembelajaran baru yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didik. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didik ialah pembelajaran aktif dengan strategi pengajaran sinergis.
Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran aktif, aktivitas peserta didik, hasil belajar peserta didik dan respon peserta didik terhadap pembelajaran aktif dengan strategi pengajaran sinergis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik tergolong aktif, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikatakan baik 84,61. Respon peserta didik dengan persentase 95,5% sehingga tergolomg dalam respon positif, dan hasil belajar peserta didik tergolong tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 90%.


Downdload Free-arwiebowo





PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE PADA MATERI PERSEGI PANJANG




Keyword : model pembelajaran learning cycle.; model of learning cycle

Pembelajaran matematika yang dilakukan para guru matematika di MI YIMI GRESIK menggunakan sajian sebagai berikut : diajarkan teori-teori atau definisi, diberikan contoh-contoh, dan diberikan latihan soal sehingga pembelajaran berpusat pada guru. Oleh karena itu perlu adanya perubahan yang pada awalnya pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah model pembelajaran learning cycle karena model pembelajaran ini memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menemukan sendiri konsep yang dipelajari dengan jalan berperan aktif.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas peserta didik selama pembelajaran, ketuntasan belajar peserta didik, dan respon peserta didik.
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V Puteri tahun ajaran 2008/2009 MI YIMI GRESIK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan “one shot case study”.
Adapun hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran memperoleh kriteria baik dengan nilai rata-rata 83,25.Aktivitas peserta didik selama pembelajaran adalah aktif. Ketuntasan belajar peserta didik dikatakan tuntas karena ketuntasan belajar yang dicapai secara klasikal sebesar 88%. Peserta didik memberikan respon baik terhadap model pembelajaran learning cycle .

Download Free-arwiebowo







PENERAPAN METODE BERMAIN DALAM MATERI POKOK KELILING DAN LUAS PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG





Keyword : pembelajaran, metode, bermain..; learning, method, play.

Matematika merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi bahkan dibenci oleh sebagian besar siswa sehingga mengakibatkan siswa kurang berhasil dalam belajar matematika. Salah satu faktor penyebab siswa kurang menyukai matematika adalah kurang sesuainya metode pengajaran dengan intelektual anak dan sulitnya menumbuhkan kesenagan siswa terhadap pelajaran matematika. Selama ini metode pembelajaran yang umum diterapkan adalah metode pembelajaran konvesional yang cenderung bersifat searah, artinya guru memberikan materi pembelajaran dan siswa menerimanya sehingga siswa terlihat kurang aktif.untuk mengatasi hal itu perlu suatu metode pembelajaran yang dirasa cukup alternatif tak hanya baik dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep pelajaran yang sulit, tetapi juga untuk menumbuhkan kemampuan kerja sama dan bersifat kritis. dan juga perlunya menjalin komunikasi antar siswa maupun guru dan siswa. Dalam penelitian ini peneliti mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran yaitu metode bermain.
Penelitian ini mengambil rumusan masalah yaitu aktivitas kelompok, respon peserta didik dari ketuntasan peserta didik setelah pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan aktivitas kelompok, mendiskripsikan respon peserta didik pada materi pokok keliling dan luas persegi dan persegi panjang. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskritif.
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa dalam kelompok pada pembelajaran metode bermain dikatakan baik dengan kenaikan 0,66 yaitu dari 2,56 menjadi 3,22 respon demikian juga dalam pengisian angket menunjukkan peserta didik senang dengan diterapkannya metode bermain dan hasil ketuntasan belajar peserta didik tergolong tuntas dengan presentase 87,5 %


Download Free-arwiebowo






MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI POKOK TABUNG, KERUCUT DAN BOLA MELALUI IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

ABSTRAK : Materi Pokok Tabung, Kerucut dan Bola melalui Implementasi Pendekatan Kontekstual.
Pada hakekatnya matematika muncul dari kehidupan nyata sehari-hari, oleh karena itu proses pembelajaran matematika harus dapat menghubungkan antara ide abstrak matematika dengan suatu situasi nyata yang pernah dialami siswa ataupun yang dapatdipikirkan siswa, maka dalam setiap pembelajaran diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual yang akrap dengan kehidupan nyata sehari-hari. masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal yang berkaitan dengan geometri ruang, sehingga hasil dalam pokok bahasan bangun ruang, masih sangat rendah. Akibatnya presentase penguasaan materi soal matematika ujian nasional untuk menyelesaikan volum bangun ruang hanya mencapai 58,97 sedangkan untuk menyelesaikan soal tentang luas bangun ruang hanya mencapai 63,25. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah melalui implementasi pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar. pada materi pokok tabung, kerucut dan bola? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa dalam materi pokok tabung, kerucut dan bola melalui implementasi pendekatan kontekstual .
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran dan pemberian soal tes pada setiap akhir siklus serta hasil reflaksi siwa pada setiap akhir pembelajaran, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diambil dari lembar pengamatan terhadap guru. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah : siswa dianggap tuntas belajar jika mencapai skor ≥ 60 %, sedangkan kelas dianggap tuntas belajar jika kelas tersebut terdapat 85 % siswa yang mencapai daya serap ≥ 60 %. Hasil penelitian pada siklus 1 menunjukkan bahwa prosentase ketuntasan belajar siswa adalah 68,18 % sehingga kelas belum tuntas belajar dan prosentase keaktifan siswa dalah 69,17 %, sedangkan hasil penelitian pada siklus 2 menunjukkan bahwa prosentase ketuntasan belajar siswa adalah 90,83 % sehingga kelas sudah tuntas belajar dan prosentase keaktifan siswa adalah 86,36 %.
Dari penelitian ini dapat diperoleh simpulan bahwa dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil peserta didik pada materi pokok tabung, kerucut dan bola. Saran yang dapat diajukan adalah para guru dalam melaksanakan pembelajaran juga diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual.

Downdload Free-arwiebowo





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...