Showing posts with label Religie. Show all posts
Showing posts with label Religie. Show all posts
10 February 2012
Ketika Ngejar Akhirat, Dunia Ngikut
Sobat Miripan ~ Sesiapa ngejar akherat, otomatis dunia ngikut..Abu Bakar Shiddiq nyedekahin seluruh hartanya..karena dia takut Allah dgn sebenarnya. Dlm bberapa riwayat konon tiap shalatnya beliau nyaris nangis tiap kali baca ayat. Refleksi takutnya sm Allah sdemikian rupa, hgga gak pk mikir dikala ia bersedekah sluruh harta, imannya jg beda dgn manusia pd umumnya, bahkan diantara para shahabat beliau yg paling utama, ini terlihat saat ia menjadi khalifah pertama memimpin Umat Islam stlah Rosulullah SAW wafat. Dan dalam sbuah hadist Rosulullah SAW menyebutkan ia termasuk kdlm golongan manusia yg bs memasuki pintu syurga manapun..Subhanallah.
Sesiapa ngejar akherat, otomatis dunia ngikut, bayangin sampe nyedekahin seluruh harta shahabat yg mulia Abu Bakar Shiddiq, bagaimana dunia gak tunduk dlm kehidupannya ? Ibarat kata, dirinya udah gak lg pusing mikir dunia, tetapi dunia kali yg pusing melayaninya dgn izin Allah SWT disertai smua kbaikan bg hambaNya ngumpulin amal shaleh. Doa Abu Bakar Shiddiq Ra. yang terkenal berbunyi " Yaa Allah letakkan dunia ditanganku, jangan kau letakkan dunia dihatiku"
Inilah kita djaman skrg kudu sering belajar dari manusia2 terbaik yg udah terjamin syurga, seperti para shahabat Nabi yg bergelar Rodhiyallaaahu anhu, walau kita memang gak bisa nyamain mereka sepenuhnya, minimal bisa seper-berapanya, nah jadikan Nabi dan shahabat sbg idola, terapin jg dalam keluarga dsb, dgn demikian kehidupan kita akan terpimpin, tau nyikapin kehidupan dgn sbnarnya, beli buku2 para shahabat Nabi selagi bisa, ceritain ke anak, istri, karena mereka generasi terbaik karena kehidupannya bersanding, semasa dgn sumber cahaya yaitu Rosululllah SAW, Shalawat dan salam utk dirinya, semoga kelak kt bakal dapat syafaatnya diyaumil akhir, Amin. Yaa Robbal 'alamiin.
Merananya Kehidupan di Himpit Hasad
Sobat Miripan ~ Dunia memang sempit, sering menyempitkan mereka yang memburu dan mencintainya, sehingga tak jarang mereka berjatuhan pada lembah hasad, karena tabiat kekayaan dunia tidak akan bisa dimiliki kecuali ia berpindah dari tangan satu ke tangan lainnya dan berkurang jika dibelanjakan. Berbeda dengan akhirat yang sangat luas, seperti langit yang tak berujung dan seperti lautan yang tak bertepi. Karena sangat luasnya, sehingga tidak menyempitkan orang yang memburu dan mencintainya, sebagaimana kita tidak menjumpai orang berjejal-jejal untuk melihat keindahan langit di waktu malam, karena luasnya dan cakupannya terhadap setiap mata yang memandang.
Sesungguhnya hakikat hasad adalah bagian dari sikap menentang Allah Azza wa Jalla, karena ia (membuat si penderita) benci kepada nikmat Allah Azza wa Jalla atas hamba-Nya; padahal Allah Azza wa Jalla menginginkan nikmat tersebut untuknya. Hasad juga membuatnya senang dengan hilangnya nikmat tersebut dari saudaranya, padahal Allah k benci jika nikmat itu hilang dari saudaranya. Jadi, hasad itu hakikatnya menentang qadha’ dan qadar Allah Azza wa Jalla.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang Muslim dari sifat hasad tersebut, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian memutuskan tali persaudaraan, saling berpaling ketika bertemu dan saling membenci serta saling dengki. Jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah". [HR.Muslim]
Jika tujuan seseorang adalah akhirat, maka hatinya bersih dari hasad, tenang, jernih seperti air yang memancar dari mata air pegunungan; lembut bagaikan sutera, tidak ada tempat bagi hasad di dalamnya. Akan tetapi jika tujuannya adalah dunia, maka hati sangat rawan terjangkit hasad, mudah ternoda dan keruh. Oleh sebab itu, bagi mereka yang mempunyai belas-kasihan terhadap hatinya, hendaknya dia meninggalkan cinta dunia dan menggantikannya dengan cinta akhirat. Karena kenikmatan akhirat tidaklah menyempitkan orang yang memburunya. Ia adalah kenikmatan yang sesungguhnya, kenikmatan yang luar biasa, tidak sebanding dengan kenikmatan-kenikmatan dunia. Kenikmatan tersebut bisa dirasakan oleh orang yang sangat mencintainya, mencari dan memburunya di dunia ini. Jika seseorang tidak ingin memburu kenikmatan hakiki tersebut, atau lemah keinginannya, maka dia bukanlah kesatria, karena yang memburu kenikmatan yang hakiki tersebut adalah para ksatria
Penyakit hasad hendaknya dijauhi oleh setiap Muslim, karena madharatnya sangat besar, terutama bagi si penderita baik madharat dari sisi agama maupun dunianya. Tidakkah kita ingat, kenapa Iblis dilaknat oleh Allah Azza wa Jalla?; tidak lain karena sikap hasad dan sombongnya kepada Adam Alaihissallam yang sama-sama makhluk Allah Azza wa Jalla.
06 February 2012
Inilah TAQWA & SEDEKAH
Sedekah bagai modal dari Allah, modal untuk apa ?, untuk beramal shaleh. Allah liatin mana hamba-hambaNya yang beriman, yang nyari keredhoanNya gunain dunia utk mengumpulkan bekal diyaumil akhir, dgn pengorbanan harta, jelas bukan pengorbanan biasa ditengah jaman serba mengedepankan materi. Disini ada bermacam level tergantung niatannya, dan tingkat keimanan seorg hamba.
Asal dia percayain Allah sbg ArRozzaq maha pemberi rizki, betapapun ujiannya Insya Allah akan terukur dan balasan rizki akan diberikan sesuai janjiNya dan bserta jalan kebaikan yg mnyertai.
Mereka yg gak beriman kadang ada jg yg dermawan, dlm hal ini Allah gak pilih soal pemberian rizki kpd mahluknya didunia, org yg gak beriman jg dapet, tetapi khusus org yg beriman Allah pilihin rizki dan jalan kebaikan didalamnya, yaitu jalan yg halal, dan berkah, yang membuat dia gak lupain Allah didalam khidupannya, jalan yg gak melanggar aturanNya.
Selama hamba Allah itu ikhlas dan redho, terus brdzikir, membaca ilmuNya dgn mengikuti ktentuanNya, hgga ia memahami dunia sbg tempat ngumpulin bekal sbanyak2nya. Dlm khidupan fana ini, ksabaran, dan ksenangan hanya mrupakan ujian dan smua sama2 brnilai. Dgn bekel ilmu maka saat ia dpt wktnya disuruh sabar, ia akan tetep bramal shaleh, trus brdoa, bersedekah hgga Allah ksh ia kebaikan yg banyak didunia dan akhiratNya.
Disitulah kt kudu mengaca kpd kehidupan Rasulullah SAW manusia nomor satu yg paling takwa dan dermawan, namun ujian berat sering menerpa sbg level keutamaannya, namun Rasulullah SAW tetap memberikan ibadah terbaik kpd Robb-Nya, ini smua hendaknya bs jd pencerahan bg sobat jamaah, trus perbaiki keimanan dan tingkatkan terus amal shaleh, disana ada kelapangan jiwa, rizki keimanan, dan khidupan yg terbaik Allah bakalan kasih, buat kbaikan Akhirat, Insya Allah. Slalu hudznuzon, ikhlas, bertawakkal, slalu bersungguh-sungguh beramal, krn smua2nya dihitung ibadah, yg hanya dimiliki orang beriman kpdNya. Smg Allah bantu kt membenahi khidupan ini sesuai petunjukNya, Kitabullah dan Sunnah RosulNya, amin. Allahu a'lam Met sebarin biar jd amal smua.
Subscribe to:
Posts (Atom)